Assalamu'alaikum

Dunia Cinta

August 10, 2008

Dijepit Kepiting

Filed under: Daily Diary

Jum’at  8 Agustus 2008 kemarin di sekolah caca mendapatkan kunjungan dari dokter dalam rangka vaksin campak. Saya sudah tau hal ini dua hari sebelumnya dari buku penghubung yang diserahkan oleh ustadzahnya ketika pulang sekolah. Saya sengaja tidak memberitahukan tentang vaksin ini pada caca karena khawatir dia akan ketakutan duluan.

Belajar dari pengalaman sebelumnya saat caca masih tk. Waktu itu di tknya juga kedatangan tim dokter dalam rangka vaksin campak dan polio. Nah, caca pas tau hal ini keburu takut duluan dan tidak mau divaksin. Memang sih saat itu kebetulan dia juga agak demam dan sempat diperiksa oleh dokternya yang akhirnya bilang kalau caca vaksinnya ntar menyusul saja di puskesmas dan saat itu hanya akan diberikan vaksin polio yang tetes. Caca terlihat senang karena tidak jadi disuntik. Makanya kenapa saya akhirnya tidak mengatakan tentang vaksin campak ini padanya kemarin karena jaga-jaga saja supaya dia tidak ketakutan duluan dan tentu saja harus kompak dengan ayahnya terlebih dulu. Dan alhamdulillah ustadzahnya juga nggak bilang-bilang tentang hal ini pada caca dan teman-teman sehari sebelumnya.

Jum’at pagi seperti biasa saya dan ayahnya mengantarnya ke sekolah. Begitu sampai di sekolah ayah bilang kalau nanti akan ada kejutan buat caca. Saya menyenggol tangan ayah berharap supaya ayah tidak mengatakan tentang vaksin campaknya emoticon . Caca penasaran dan bertanya apa kejutannya. Ayah cuma bilang lihat aja nanti.

Akhirnya saya dan ayahnya kembali ke rumah. Di sepanjang jalan pulang saya terus berdoa dalam hati mudah-mudahan caca nggak takut dan nggak nangis nanti saat disuntik. Perasaan saya di rumah juga agak khawatir dan takut kalau caca akan memberontak dan menangis. Duh benar-benar susah ngebayangin caca waktu di suntik emoticon . Saya jadi nggak sabar menunggu jam sepuluh waktunya dia pulang.

Menit demi menit terasa lama sekali berputar. Sering kali saya melihat ke arah jam sambil melakukan rutinitas seperti biasa di dapur dan jadi sedikit nggak konsen sama masaknya emoticon. Akhirnya begitu jam setengah sepuluh saya langsung mengajak ayahnya untuk menjemput lebih awal. Di jalan saya obrolin tentang vaksin ini dengan ayahnya. Ahh.. si ayah tidak terlihat khawatir sama sekali dan hanya bilang nggak mungkin caca nangis karena dia pasti malu sama teman-temannya. Tapi caca itu gampang tersentuh yah dan dia gampang sekali ikutan nangis kalau lihat teman-temannya pada nangis, begitu kata saya menjawab perkataan ayahnya. Caca memang gampang sekali terhanyut dan gampang menangis kalau ada temannya yang sedih. Seperti kejadian beberapa hari sebelumnya ketika teman sebangkunya menangis karena tidak mau di tinggal ibunya, caca jadi ikut-ikutan hampir menangis dan garis matanya sudah memerah. huhhh…

Jam sepuluh akhirnya caca keluar. Saya sempat mengintipnya dari jendela dan dia langsung melihat ke arah saya sambil melambai dan senyum.. haaaa?? saya surprise karena di wajahnya nggak terlihat gambar kesakitan atau ketakutan.. hi..hi.. Begitu keluar ruangan saya langsung bertanya padanya dan jawabannya sungguh tidak disangka..he.he..

"Caca nggak nangis kok Bun, nggak sakit kok di suntik. Tadi teman-teman Caca juga nggak ada yang nangis kecuali isti," ceritanya.

"Seperti digigit semut ya Ca," kata ayah.

"Nggak, rasanya seperti di jepit kepiting." Kali ini Pia teman caca yang menjawab dan disambut senyum dan kata iya dari caca.

Haaaa?? di jepit kepiting? Apa malah nggak lebih sakit kalau di jepit kepiting. Saya senyum-senyum sendiri tapi tak urung saya Alhamdulillah karena akhirnya ketakutan saya tidak terjadi. Ternyata Caca sudah menjadi anak yang berani sekarang.

Kamu memang anak bunda yang pintar, Nak.

Bye everybody,

July 25, 2008

Tamu si uut

Filed under: Daily Diary

Tadi pas lagi menjemur cucian kemarin yang nggak kering ehhh.. saya melihat sesosok makhluk mungil warna hijau yang berkacamata putih emoticon bertamu di sangkarnya uut (nama love bird perliharaan kami). Dia asyik bercanda ria dengan kicauannya dan sahut-sahutan dengan uut. Saya menghentikan sejenak menjemurnya dan memanggil ayah supaya segera melihat kandangnya uut. Kemudian ayah mencoba menangkapnya tapi dia menjauh dan malah naik ke atas pagar.

"Jangan Yah, biarkan saja dia naik ke kandangnya uut," kata saya. Terus terang saya nggak rela kalau love bird cantik ini terbang menjauh emoticon.

Ayah kemudian mencari cara untuk menangkapnya mulai dari memakai sarung sampai memberinya makan tapi tidak mempan. Akhirnya ayah menelpon om Agung dan menanyakan gimana cara menangkapnya. Si Om bilang supaya ambil kawat dan kasih lem tikus.

Saya sempat nggak setuju karena takut kalau tamunya uut jadi menempel dan nggak bisa lepas dari lem.

"Nggak apa-apa Bun, ntar bisa dilepasin kok," sahut ayah sambil menyiapkan kawat dan menempelnya dengan lem tikus.

Nggak sampai sepuluh menit tamu si uut sudah menjejakkan kakinya pada kawat yang digantung ayah di kandangnya uut.  

Hore…emoticontamunya ketangkapemoticon.

Ayah langsung memegangnya dan membersihkan kakinya terkena lem kemudian langsung ayah masukkan ke kandangnya uut. Sekarang uut udah punya teman baru. 

Kira-kira siapa ya pemilik love bird ini? Saya tidak terlalu ambil pusing karena memang di sekitar rumah kita tidak ada tetangga yang punya burung he..he..

Oh ya, persis kemarin tetangga depan rumah kita juga berhasil menangkap burung yang tiba-tiba datang dan bertengger di sangkarnya jabrik, burung kacer kita. Nggak tau juga siapa pemilik burung yang lepas ini. Kita tunggu saja apakah ada yang kehilangan burung dan mencarinya nanti emoticon atau siapa tau nanti juga ada tamu yang akan mengunjungi katara, si burung murai kita emoticon.

 
bye everybody, 

July 19, 2008

Sepatu tertukar

Filed under: Daily Diary

Hari ini merupakan hari terkahir di minggu pertama Caca sekolah. Caca benar-benar full semangat selama seminggu ini. Mudah-mudahan saja begitu juga minggu-minggu ke depan. Dalam seminggu ini perlahan tapi pasti kebiasaan Caca yang susah banget bangun pagi mulai berubah. Waktu masih tk susaaahh banget ngebangunin dia kalau pagi dan biasanya akan memakan waktu setengah jam untuk membuatnya membuka matanya. Alhamdulillah sekarang paling lama sepuluh menit aja dibangunkan dia sudah membuka matanya emoticon.

Hari Senin kemarin (hari pertama sekolah), Caca sudah memiliki banyak cerita seru yang tidak habis diceritakan sepanjang perjalanan pulang menuju rumah. Mulai dari teman baru, perjalanan naik gunung, sampai ketika makan kue saat jam istirahat. Begitu seterusnya sampai hari Jumat kemarin.

Nah, Sabtu ini ada pengalaman yang lebih seru lagi tapi mungkin itu buat saya dan ayahnya sedangkan buat caca bisa jadi ini adalah pengalaman sedih di minggu pertamanya sekolah. Pulang sekolah tadi tiba-tiba caca menangis dan hampir tersedu. Saya heran dan bertanya ada apa. Caca hanya berbisik menjawab pertanyaan saya.

"Sepatu Caca tertukar," katanya sambil berurai air matanya.

Sebenarnya saya pengen ketawa, masa sepatu tertukar aja menangis emoticon tapi saya nggak jadi mengeluarkan tawa saya karena melihat wajahnya yang benar-benar sedih banget.

"Mungkin tadi teman Caca salah ambil. Hari Senin kita tukar ya?" kata saya.

"Nggak mau, Caca mau pakai sepatu lain aja."

"Iya, pakai sepatu lainnya hari Selasa saja, hari Senin tetap pakai sepatu ini terus nanti ditukar sama punya Caca," kata saya menjelaskan lagi.

"Ntar kalau nggak ditukar sepatu Caca nggak balik lagi lho," lanjut saya lagi.

"Sepatunya nanti ayah tandain ya," kata ayah.

Caca diam dengan air mata masih tersisa dibawah garis bawah matanya.

Sampai di rumah caca masih cemberut dan melepas sepatunya dengan sedikit kesal (mungkin) karena dia membuka sepatunya dengan menghentak kaki hingga sepatunya lepas dan meninggalkan sepatunya begitu saja.

"Sabar dong Ca." 

"Hari Senin dipakai lagi ya, ntar bunda sendiri yang tukarin sepatunya," lanjut saya lagi.

Caca masih no comment.

Hhhhhh.. Caca.. Caca..

Bye Everybody 

July 12, 2008

Last Holiday

Filed under: Daily Diary

Gak terasa libur sebulan Caca hanya tinggal 1 hari lagi. Selama liburan kali ini sengaja tidak kami isi dengan jalan-jalan atau rekreasi kemanapun. Kami bertiga hanya di rumah saja, bermain bersama juga belajar. Yahh.. kadang-kadang saja keluar rumah atau ke samarinda kalau kebetulan ada perlu. Alhamdulillah Caca nggak merasa bosan sedikitpun.

Mulai Senin besok Caca akan memasuki babak baru dunia sekolahnya. Cieee…

Dua minggu terakhir ini Caca menghitung setiap hari yang berlalu. Dia tidak sabar menunggu tanggal 14 July. Saya dan ayahnya sering tertawa melihat gayanya yang menghitung hari dengan jarinya sambil tersenyum bangga dan sangat gembira. Bahkan Caca juga heboh mengabarkan pada setiap keluarga kami yang kebetulan menelpon tentang masuk sekolahnya ini. Baju seragam sekolahnya setiap hari di coba dan dia sering mematut dirinya di cermin sambil tersenyum sendiri dan bilang kalau seragamnya bagus sekali.

"Bun, tinggal sepatu yang belum," katanya.

Ya, ntar dibelikan yang baru, begitu kata saya.

Sepatu Caca memang sudah kekecilan jadi memang harus beli yang baru sedangkan buku, tas dan yang lainnya semua sudah disiapkan oleh Caca.

Dewww.. yang mau sekolah, senangnya.. olok saya.

Caca no comment dan hanya tersenyum. 

Selamat bersekolah ya Ca. 

Bye everybody. 

Kenang2an (perpisahan TK)

Filed under: fOtO

Ini foto-foto perpisahan Caca bulan lalu dan baru sempat di posting sekarang.

1. Sebelum masuk gedung foto bareng Ayah

 

2. Persiapan menari tari aceh

 

3. Tampil di panggung

 

4. Menerima penghargaan dari sekolah dan yayasan

5. Caca bareng sahabatnya Deby

 

6. Bareng Sherin dan Deby

 






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham

Dunia Cinta Tempat Berbagi Cinta dan Cerita