1st birthday
4 Oktober setahun yang lalu …
Waktu masih menunjukkan jam 10 malam ketika tiba-tiba perutku terasa melilit gak karuan.. aku mulai berpikir mungkin inilah saatnya. Tapi tentu saja aku belum mau langsung percara dengan pikiran yang tadi langsung melintas di kepalaku. Aku bangun dari tidurku dan mulai menghitung detik-detik yang ternyata semakin menguatkan pikiranku kalau ini memanglah saatnya. Aku diam sejenak sambil berpikir apakah harus sekarang memberitahu suamiku atau menunggu sebentar lagi. Hm.. kuputuskan untuk menunggu saja dan menikmati setiap detik kontraksi yang semakin cepat.hufff..
Jam 12 kubangunkan suamiku, kami bersiap-siap. Rencananya aku akan melahirkan di praktek bidan saja karena kebetulan dokter spog ku juga lagi Overhaul (baca melahirkan). Setelah pamit pada ibuku kami langsung menuju rumah bersalin bidan. Sayangnya sesampainya disana dan dilakukan pemeriksaan dalam sebentar sang bidan merekomendasikan untuk ke rs saja. Mengapa?? karena menurut sang bidan besarnya resiko melahirkan karena aku pernah operasi caesar pada saat melahirkan yang kedua 
Very upset, realy… Padahal tadinya pengen menghindar dari rs karena sedih dengan pelayanannya yang kurang memuaskan. Tapi ya sudahlah, mau bilang apa lagi. Akhirnya kami meninggalkan praktek bidan yang matanya terlihat lelah dan ngantuk berat
dan langsung menuju rumah sakit. waktu sudah menunjukkan lewat pukul 1 dinihari.
Sampai di rs langsung menuju ruang IGD terus daftar dan pendataan, habis itu di cek tekanan darah. Waktu cek di bidan tekanan darahku 110/70, nah pas cek di rs berubah jadi 100/90 huaa…
. Hampir setengah jam waktu yang dihabiskan hanya untuk proses pendataan dan mengukur tekanan darah saja baru setelah itu ke Lab untuk tusuk jari atau periksa darah. 
Lelah rasanya melangkah dengan perut yang melilit gak karuan.. Sabar …sudah hampir selesai. Ya Robb.. kuatkan aku, doaku dalam hati. Setelah itu kami langsung diantarkan ke ruang tindakan, diperiksa sebentar oleh bidan upss bukan ding.. calon bidan tepatnya. Masih bukaan enam katanya. Sabar ya Bu.. katanya. Aku mengangguk pasrah.
Kami ditinggalkan begitu saja di ruangan yang sudah terisi oleh beberapa pasien yang ternyata belum melahirkan sejak masuk ke ruang tindakan ini. Di sebelah berbaring seorang ibu yang katanya sudah dari dua hari yang lalu sakit perutnya tapi belum juga melahirkan. Astagfirullah.. Allah beri aku kemudahan, doaku.
Karena tidak betah berbaring sambil menunggu dan merasakan perut yang rasanya dibolak-balik gak karuan (terlalu didramatisir hehehe), ku ajak suamiku keluar dan keliling rs sambil mencari minuman. haaa.. mana ada kantin bukan jam dua malam begini
.
Benar bu.. kantinnya pada tutup hehehe.. akhirnya kuajak suamiku kembali ke ruang tindakan sambil menggandeng tangannya.
"Ayah carikan minum diluar sebentar ya," kata suamiku.
Aku mengangguk dan berbaring kembali di ranjang rs yang sudah disiapkan untukku tadi.
Tak lama kemudian suamiku sudah kembali sambil membawa air mineral 2 botol besar dan minuman kaleng.
Slurrpp… segar terasa di tenggorokanku yang kering. Alhamdulillah..
Jam setengah tiga perutku tambah melilitdan ketuban pun pecah, suamiku memanggil bidan jaga yang dijawab belum pak.. masih kira-kira satu sampai dua jam lagi jawabnya.
Huhh.. aku mulai gak sabar.
"Biarkan aja Yah, ntar melahirkan sendiri saja," kataku kesal.
Dan memang benar.. kurang sepuluh menit jam tiga aku melahirkan sendiri tanpa perlu dibantu dan dikomando dulu sama bidan jaga hehehe.. Sang bidan yang datang hanya menyambut bayiku yang sudah lahir sendiri dan tugasnya hanya memotong tali ari-ari dan bersih-bersih 
***
4 Oktober, hari ini..
Itulah Zahirku.. Alhamdulillah di usianya yang hari ini genap satu tahun, dia sudah bisa memanggil Ayah dengan fasih, memanggilku dengan hanya mmenyebut "Daa…da..da.." memanggil kakak2nya dengan ta..ta..ta.. Sudah bisa mengatakan "dah" kalau dia berhenti melakukan sesuatu misalnya mimi asi atau minum susu dari botolnya. Sudah mengerti kalau diminta mengambilkan kupluknya atau memberikan hp pada ayahnya. Sudah bisa berjalan walaupun baru 5 langkah saja.
Selamat Ulang Tahun My Prince Zahir.. Semoga Zahir menjadi anak yang sholeh, pintar, baik budi bahasanya, berbakti pada orang tua, menjaga dan selalu penuh cinta kasih pada semua makhluk Allah.
Amin ya Robb…
. Alhamdulillah tidak ada satupun dari benda tadi yang pernah tertelan.
.

