Assalamu'alaikum

Cerita Keluarga Kecilku

October 4, 2011

1st birthday

Filed under: Daily Diary

4 Oktober setahun yang lalu …

Waktu masih menunjukkan jam 10 malam ketika tiba-tiba perutku terasa melilit gak karuan.. aku mulai berpikir mungkin inilah saatnya. Tapi tentu saja aku belum mau langsung percara dengan pikiran yang tadi langsung melintas di kepalaku. Aku bangun dari tidurku dan mulai menghitung detik-detik yang ternyata semakin menguatkan pikiranku kalau ini memanglah saatnya. Aku diam sejenak sambil berpikir apakah harus sekarang memberitahu suamiku atau menunggu sebentar lagi. Hm.. kuputuskan untuk menunggu saja dan menikmati setiap detik kontraksi yang semakin cepat.hufff..

Jam 12 kubangunkan suamiku, kami bersiap-siap. Rencananya aku akan melahirkan di praktek bidan saja karena kebetulan dokter spog ku juga lagi Overhaul (baca melahirkan). Setelah pamit pada ibuku kami langsung menuju rumah bersalin bidan. Sayangnya sesampainya disana dan dilakukan pemeriksaan dalam sebentar sang bidan merekomendasikan untuk ke rs saja. Mengapa?? karena menurut sang bidan besarnya resiko melahirkan karena aku pernah operasi caesar pada saat melahirkan yang kedua emoticon

Very upset, realy… Padahal tadinya pengen menghindar dari rs karena sedih dengan pelayanannya yang kurang memuaskan. Tapi ya sudahlah, mau bilang apa lagi. Akhirnya kami meninggalkan praktek bidan yang matanya terlihat lelah dan ngantuk berat emoticon dan langsung menuju rumah sakit. waktu sudah menunjukkan lewat pukul 1 dinihari. 

Sampai di rs langsung menuju ruang IGD terus daftar dan pendataan, habis itu di cek tekanan darah. Waktu cek di bidan tekanan darahku 110/70, nah pas cek di rs berubah jadi 100/90 huaa…emoticon. Hampir setengah jam waktu yang dihabiskan hanya untuk proses pendataan dan mengukur tekanan darah saja baru setelah itu ke Lab untuk tusuk jari atau periksa darah. emoticon

Lelah rasanya melangkah dengan perut yang melilit gak karuan.. Sabar …sudah hampir selesai. Ya Robb.. kuatkan aku, doaku dalam hati. Setelah itu kami langsung diantarkan ke ruang tindakan, diperiksa sebentar oleh bidan upss bukan ding.. calon bidan tepatnya. Masih bukaan enam katanya. Sabar ya Bu.. katanya. Aku mengangguk pasrah. 

Kami ditinggalkan begitu saja di ruangan yang sudah terisi oleh beberapa pasien yang ternyata belum  melahirkan sejak masuk ke ruang tindakan ini. Di sebelah berbaring seorang ibu yang katanya sudah dari dua hari yang lalu sakit perutnya tapi belum juga melahirkan. Astagfirullah.. Allah beri aku kemudahan, doaku.

Karena tidak betah berbaring sambil menunggu dan merasakan perut yang rasanya dibolak-balik gak karuan (terlalu didramatisir hehehe), ku ajak suamiku keluar dan keliling rs sambil mencari minuman. haaa.. mana ada kantin bukan jam dua malam begini  emoticon.

Benar bu.. kantinnya pada tutup hehehe.. akhirnya kuajak suamiku kembali ke ruang tindakan sambil menggandeng tangannya. 

"Ayah carikan minum diluar sebentar ya," kata suamiku.

Aku mengangguk dan berbaring kembali di ranjang rs yang sudah disiapkan untukku tadi.

Tak lama kemudian suamiku sudah kembali sambil membawa air mineral 2 botol besar dan minuman kaleng. 

Slurrpp… segar terasa di tenggorokanku yang kering. Alhamdulillah..

Jam setengah tiga perutku tambah melilitdan ketuban pun pecah, suamiku memanggil bidan jaga yang dijawab belum pak.. masih kira-kira satu sampai dua jam lagi jawabnya.

Huhh..  aku mulai gak sabar.

"Biarkan aja Yah, ntar melahirkan sendiri saja," kataku kesal.

Dan memang benar.. kurang sepuluh menit jam tiga aku melahirkan sendiri tanpa perlu dibantu dan dikomando dulu sama bidan jaga hehehe..  Sang bidan yang datang hanya menyambut bayiku yang sudah lahir sendiri dan tugasnya hanya memotong tali ari-ari dan bersih-bersih emoticon

***

4 Oktober, hari ini..

Itulah Zahirku.. Alhamdulillah di usianya yang hari ini genap satu tahun, dia sudah bisa memanggil Ayah dengan fasih, memanggilku dengan hanya mmenyebut "Daa…da..da.." memanggil kakak2nya dengan ta..ta..ta.. Sudah bisa mengatakan "dah" kalau dia berhenti melakukan sesuatu misalnya mimi asi atau minum susu dari botolnya. Sudah mengerti kalau diminta mengambilkan kupluknya atau memberikan hp pada ayahnya. Sudah bisa berjalan walaupun baru 5 langkah saja.

Selamat Ulang Tahun My Prince Zahir..  Semoga Zahir menjadi anak yang sholeh, pintar, baik budi bahasanya, berbakti pada orang tua, menjaga dan selalu penuh cinta kasih pada semua makhluk Allah.

Amin ya Robb…

 

September 19, 2011

zahir in 2nd action

Filed under: Daily Diary

   

Zahir in action

Filed under: Daily Diary, fOtO

   

September 15, 2011

Zahir..

Filed under: Daily Diary, fOtO

Sekarang istana kecilku sudah hadir seorang pangeran tampan bermata bulat, namanya Zahir Athallah. Kini Zahir sudah berusia 11 bulan. Senangnya bergerak terus dan merangkak ke sana kemari. Zahir paling senang kalau pintu rumah terbuka karena dia bisa merangkak kencang seperti orang tengah berlari dan menuju teras. Apalagi yang dilakukannya kalau bukan berdiri dan menyapa orang-orang yang lewat dengan senyumnya yang lucu dan memamerkan giginya yang baru empat buah emoticon.

Zahir sukanya ngemut sesuatu selain makanan yang ditemukannya saat merangkak di mana-mana. Puiihh.. ini yang bikin aku harus ekstra menjaga dan mendampinginya. Macam-macam benda sudah pernah masuh ke mulutnya, kertas, mainan, jepit rambut, tutup botol bahkan baut sudah pernah dia rasakan emoticon. Alhamdulillah tidak ada satupun dari benda tadi yang pernah tertelan.emoticon

Itulah Zahirku.. Menjaganya perlu tenaga ekstra karena selain harus bolak-balik mengikuti kemana arahnya, masih juga harus mengangkat tubuhnya yang gempal dan berotot emoticon.

Lelah?? tentu saja tapi semua itu bisa terobati seketika setelah melihat raut dan tingkah lucunya yang menghibur dan mengemaskan.

bye everyone..

May 30, 2010

Jalan2 lagi

Filed under: Daily Diary

Jum’at kemarin kita jalan2 lagi ke Samarinda. Jalan terussss… mumpung kakak lagi libur sekolahnya. Gak kemana2 sih, namanya juga jalan-jalan emoticon tapi sempat mampir juga ke Mal Lembuswana. Nyari pesanan sepatu adik. Wahh.. malnya rame… mungkin karena hari libur ya. Si adek yang tadinya tertidur di gendonganku langsung bangun deh mendengar suara-suara berisik di sekelilingnya. Alhamdulillah, sepatu pesanan akhirnya ketemu dan langsung dibungkus.. kus.. Yah, sekalian nyari anggur ya, kataku pada suami. Suamiku mengangguk, tapi ayah nunggu di luar ya, katanya. Aku bersama dua putriku masuk ke matahari swalayan dan berputar2 di rak buah-buahan. Duhh.. si anggur mana seeh, pikirku dalam hati sambil menatap setiap rak buah. Aku berjalan ke rak yang paling sudut dan menempel di dinding, Alhamdulillah.. si anggur ada disana tergeletak dengan ranumnya.. nyam..nyamm.. Kubungkus dan kutimbang, dapat 7 ons.. yahh lumayanlah daripada  gak ada sama sekali. Yuk Nak, ke kasir, ajakku pada Caca dan Qilah.

Setelah membayar, kita pun meninggalkan mal lembuswana tapi belum langsung pulang. ke PM dulu dunk, nyari roti boy he..he.. Sempat mutar2 di PM nyarinya, dilantai berapa sih? Akhirnya kita ke lantai paling dasar dan nemu roti boynya. Asyik.. gak tanggung2 aku beli tujuh dan ayah nyumbang lagi beli 5 bungkus. Bawakan untuk adik neng, kata beliau. OK. Roti boy udah dapat, sekarang waktunya pulang tapi mampir dulu ke tempat om agung, adiknya ayah. Sholat Ashar dulu disana trussss.. cabuttttt.. pulang lagi ke Tenggarong.

Lumayan capek sih tapi pada senang karena jalan2nya sambil belanja makanan emoticon. Alhamdulillah, sampai di rumah pas maghrib jadi gak kemalaman di jalan.  Setelah maghrib waktunya menyantap roti boy.. olalala.. yummy…

 

bye everybody,

 






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham

Dunia Cinta Tempat Berbagi Cinta dan Cerita