Foto2

Ayah dan Caca in action di museum
Minggu, 18 Feb 07, kami mengajak Aisya jalan-jalan mengunjungi museum mulawarman di Tenggarong. Aisya suka menyebutnya dengan rumah raja. Ketika berada di dalam museum wajah aisya terkesan sedikit takut dan berbicara dengan suara berbisik. hikss…
Kata yang paling indah di bibir umat manusia adalah kata ‘Ibu’, dan panggilan paling indah adalah ‘Ibuku’. Ini adalah kata penuh harapan dan cinta, kata manis dan baik yang keluar dari kedalaman hati.
Salahlah bagi orang yang mengira bahwa cinta itu datang kerana pergaulan yang lama dan rayuan yang terus menerus. Cinta adalah tunas pesona jiwa, dan jika tunas ini tak tercipta dalam sesaat, ia takkan tercipta bertahun-tahun atau bahkan abad.
Jika cinta tidak dapat mengembalikan engkau kepadaku dalam kehidupan ini, pastilah cinta akan menyatukan kita dalam kehidupan yang akan datang.
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana… seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu… Aku ingin mencintaimu dengan sederhana… seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.
Seorang wanita telah dilengkapi oleh Tuhan dengan keindahan jiwa dan raga adalah suatau kebenaran, yang sekaligus nyata dan maya, yang hanya bisa kita fahami dengan cinta kasih, dan hanya bisa kita sentuh dengan kebajikan.
Kesenangan adalah kesedihan yang terbuka bekasnya. Tawa dan airmata datang dari sumber yang sama. Semakin dalam kesedihan menggoreskan luka ke dalam jiwa semakin mampu sang jiwa menampung kebahagiaan
Orang yang berjiwa besar memiliki dua hati; satu hati menangis dan yang satu lagi bersabar.
"Ma, mimi susu dong.."
Suatu hari Si Manja datang padaku dengan wajah memelasnya. Mimi? pikirku. Dasar anak manja, kataku dalam hati.
Si Manja adalah anakku semata wayang. Dengan tubuhnya yang begitu besar pasti tidak akan ada yang menyangka kalau dia masih suka nempel dan menyusu padaku.. hiks..hiks.. Itulah Si Manjaku. Oh ya, ini fotonya ketika sedang asyik menyusu.
Salam dari Mamanya Manja

Aisya : Bunda, semalam aku bermimpi bertemu bintang. Indah sekali. (Aisya bercerita sambil memakai seragam sekolahnya)
Aku : Oh ya. Trus, bintangnya bilang apa?
Aisya : Bintangnya gak bilang apa-apa. Bintangnya kuajak ke taman, terus bintangnya bilang iya sambil begini (Aisya mengedipkan matanya).
Aku : Wah, asyik dong main sama bintang
Aisya : Iya, kita main ayunan dan perosotan. Senang sekali….
Ah, aku senang melihat bintang itu bersinar dari matanya.. Aisya, maafin bunda karena belum sempat mengajakmu ke taman…
Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham