Tadi waktu ngantar Caca ke kelas, ayah nunggu di parkiran. Trus pas balik ayah cerita kalau barusan ada kucing ketabrak motor, alhamdulillah kucingnya gak papa dan langsung lari setelah ketabrak. Abis itu kita langsung luncuran ke bank bni, rencananya sih mau bayar telepon dan listrik. Setelah menyeberang jembatan eehhh tau-tau seorang ibu menuntun sepedanya sambil menyeberang jalan juga mengomel. Terdengar nada suaranya seperti orang yang sedang marah. Motor ayah berhenti sebentar dan membiarkan ibu tadi menyeberang jalan. Sampai di bank, wuuiiihh ramai banget
Pada antri gitu loh. Maklumlah hari pertama masuk kerja.
Setelah selesai bayar telepon dan listrik, kita jalan lagi. Pas lewat di kantor pln yang jaraknya sekitar 10 meter dari bank bni eh gak nyangka disini juga rame antrian. Jadi kasihan melihat mereka yang antri karena hari sudah mulai panas dan antrinya di teras kantor pln yang jelas-jelas menghadap matahari
Padahal setauku sebelumnya loket pembayaran ada di dalam ruangan (aula) dan full ac pula. Sekarang kok malah di luar ya? Kata si ayah, kualitas pelayanan sedang mengalami penurunan 
Hiksss..
Trus kita lanjutin perjalanan menuju bank lipo. Hueekkk..Bank lipo belum buka padahal sudah setengah sembilan. Syukurnya kita cuma mau ke atm dan bayar tagihan kartu halo. Yaaaaa.. antri lagi deh. Tapi cuma satu kok. Tiba-tiba mataku dan mata ayah melihat asap mengepul dalam bilik atm. Ternyata orang yang berada di bilik atm membuang rokoknya di tong sampah. Padahal di tong sampah itu isinya kertas semua dan mudah terbakar pula. Beberapa saat dia tidak menyadari asap itu. Aku dan ayah mulai deg deg.
Tapi syukurlah gak lama kemudian dia menyadarinya. Mungkin setelah mencium bau asap yang begitu menyengat
. Dia mencoba mematikan apinya sambil mengambil potongan kertas dan rokok yang tadi dibuangnya. Gak puas, isi tong sampah di keluarin hampir setengahnya dan kemudian di injak-injak di lantai. Setelah itu dia pun keluar. Lelaki berambut setengah gondrong dan ikal itu melewati kami sambil menunduk dan menuju jazz silvernya yang di parkir di pinggir jalan.
Huuuu… ganteng-ganteng kok buang rokok sembarangan, pikirku.
Aku dan ayah segera ke bilik atm. Pas pintunya terbuka kami disambut oleh kepulan asap yuang lumayan tebal hingga membuat bilik atm berkabut. Ayah bergegas membuka pintu lebar-lebar. Baunya booo…
"Bunda tunggu di luar aja ya, gak usah masuk. Asapnya tebal."
Ayah melarangku masuk. Aku mengangguk dan mencari tempat teduh untuk berlindung.
Nah, yang teduh ternyata pas di samping bilik atm. Lagi asyik neduh, gak sengaja ngeliat ke atap bangunan bank. Hi..hi.. pelaponnya pada bolong dan rusak. Bahkan ada yang terkelupas dan menjuntai seperti bunga bergantung. Mana warnanya pudar dan sedikit hitam. Gak terawat 
Mungkin bangunan ini hanya di sewa oleh bank makanya perawatannya pun luput dari perhatian. Eh, masa iya sih 
Setelah selesai di atm kami lanjut lagi perjalanan menuju pasar. Waktunya buka warnet nih. Tapi sebelum ke warnet sarapan pecel madiun dulu yaa. Nyam… yummi.
Naaa.. sekarang sudah di warnet dan posting di blog.
Huuuamm.. kayanya penyakitku kambuh deh. Penyakit yang biasanya datang setelah perut kenyang
ngantuk bowww.
Bye-bye 