Assalamu'alaikum

Dunia Cinta

November 5, 2007

Trip to Bontang

Filed under: Daily Diary

Kemarin (sabtu dan minggu) kita jalan2 ke Bontang. Berkunjung ke rumah Tante Nilam (adiknya ayah) dan Om Doni. Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang (+ 3 jam)dari jam setengah sebelas akhirnya sampai deh ke Bontang. Kita disambut oleh tugu equator dan cuaca yang sangat panas. Tidak ada perubahan yang banyak yang ditampakkan oleh raut wajah kota bontang. Eh iya ada satu ding.. Begitu melewati tugu equator terlihat bangunan megah di sisi kanan jalan. Bangunan yang kukira hotel ini ternyata rumah sakit umum daerah emoticon.

Melewati rute yang berbelok-belok benar2 membuat pusing kepala bagi yang cepat mabok termasuk Caca. Awalnya dia riang banget tapi ketika bontang masih tersisa tujuh puluh empat kilo lagi Caca mabok dan muntah2. Om Agung langsung berjalan pelan2 dan mampir di warung Asri. Minum teh hangat dan makan pisang goreng dulu. Kira2 dua puluh menit kemudian kita kembali meneruskan perjalanan. Alhamdulillah Caca sudah nggak mabok lagi dan dia kembali riang di perjalanan. Selama di perjalanan dia selalu bertanya "sudah mau sampaikah Bun?" Aku cuma menjawab sebentar lagi emoticon.

Sampai di Bontang kita nggak langsung ke rumah tante nilam & om doni tapi nganterin tante lia dulu ke tempat bibinya. Oh ya kita rame2 berangkat ke bontangnya. Aku, Ayah, Caca, Om Agung (adiknya ayah sekaligus yang nyupir he..he), Tante Lia, Emih (mertua om agung) dan Ade Eneng, anaknya om agung yang juga sepupu Caca.  

Nah setelah nganterin tante lia dan emih kita langsung ke rumah tante nilam. Caca sudah berbisik gini "Bun, ntar kalau sampai ke rumah tante nilam aku mau teriak gini, tante niiilammm… (caca berteriak)" Aku bilang iya teriak aja. Eh pas nyampe ternyata dia nggak jadi teriak katanya malu. Lagian tante nilam belum pulang kerja kok yang ada om doni ajaemoticon.

Nggak nyangka Caca senang banget begitu sampai di rumah tantenya. Apalagi begitu dia masuk ke kamar tantenya dia langsung nggak mau keluar. Kaya di hotel katanya (ada ac di kamar tantenya) he.he.. terus dia tidur deh.

Karena capek jadi malamnya kita nggak kemana2. Sebenarnya sih pengen nyari makan di luar, tapi nungguin om agung yang gak datang2 jadinya batal deh. Kita akhirnya makan sate ayam yang bentuknya seperti sate lilit kalau di Bali dan full daging ayam semua. Setelah itu istirahat deh.. huammmm…

Minggu pagi rencana kita mau jalan2. Tante nilam ngajak ke Sekambing tapi nggak jadi deh karena om doni ikutan kerja bakti di kompleks perumahannya. Karena nggak jadi jalan akhirnya kita ke pasar beli ikan mas untuk dikerutup dan ikan bandeng untuk bikin bandeng presto. Aku sempat kaget waktu tau kalau ikan mas disana harganya tiga puluh ribu sekilo emoticon hueekk.. Trus nggak bisa di tawar lagi. Jauh banget bedanya sama Tenggarong yang harganya cuma dua puluh dua sampai dua puluh lima ribu. Kalau ikan bandeng harganya empat belas ribu (di tenggarong 10 - 12 rb). Mahal boww..

Setelah sampai di rumah kita langsung masak2. Terus kita rencana lagi kalau abis makan siang kita jalan2. Eehhh, ternyata nggak jadi lagi karena Caca keburu tidur siang emoticon. Karena Caca tidur jadi aku menyempatkan jalan sebentar ke tempat ibu angkatku ditemani ayah. Ibu angkatku ini adalah ibu dari temanku satu kost dulu saat masih kuliah. Dari sanalah aku tau kalau uwak (ayah angkat) sudah meninggal bulan januari lalu emoticon.

Setelah dari rumah ibu angkatku kami kembali ke rumah tante nilam. Syukurlah Caca belum bangun. Sambil menunggu Caca bangun, aku, ayah, tante nilam dan om doni bercerita tentang banyak hal sambil makan bolu yang dibuat tante nilam. Hmm,yummi.. 

Jam lima om agung datang jemputin kita. Yahhhh.. waktunya pulang deh. Siap-siap…Jam setengah enam kita go. Pulang dulu ya Om, Tante. Da..da..

Kita kemalaman di jalan dan itu membuatku pusing, alhamdulillah nggak sampai muntah. Sampai di samarinda jam sembilan dan setelah istirahat kira2 setengah jam, aku, ayah dan Caca lanjut lagi perjalanan ke Tenggarong. Naa.. kali ini kita naik si living blue yang kemarin di tinggal di tempat om agung.

Oh ya ada cerita dikit nih. Waktu masih di Bontang ayahkan periksa periksa dompetnya dan tidak menemukan stnk motor disana. Trus langsung bilang mungkin disimpan di bagasi motor. Nah begitu sampai di samarinda Ayah langsung sedikit panik dan sempat ngomel padaku karena tidak menemukan stnk di bagasi motor. Mungkin ketinggalan di Tenggarong, pikirku. Sampai di Tenggarong ayah bergerilya mencari kesemua tempat yang sering dipakai ayah untuk menyimpan sesuatu. Tapi tidak ketemu. Ayah kemudian membuka lagi dompetnya dan tak sengaja membuka kantung dompet bagian dalam. yaelllllahhhh, ternyata tu stnk nongol disitu. Dasar ayah pikun. he..he..  upss.. aku juga kadang suka pikun.

Bye everyone emoticon

I miss my job

Filed under: Daily Diary

Dua hari yang lalu ketemu ama teman kerja dulu. Pak Sugiyono namanya. Beliau Surveyor di tempatku kerja dulu. Ah, jadi ingat masa-masa kerja dulu. Berangkat jam setengah enam pagi trus pulangnya nyampe rumah setengah enam juga. Atau biasanya kita juluki dengan p7 "pergi pagi pulang petang penghasilan pas-pasan" emoticon. Walau gitu aku enjoy aja menjalaninya. Berangkat kerja ketika matahari belum terbit dan pulang kerja ketika matahari terbenam. Mana kalau sudah di kantor nggak bisa keluar lagi. Mau keluar kemana coba? jarak dari kantor yang kebetulan officenya di tambang ke kota terdekat adalah sembilan belas kilo dan makan waktu setengah jam perjalanan. Jauh kan? Jadinya harus betah di kantor dengan segala macam fasilitas yang tersedia.

Biasanya aku sampai di kantor jam enam lewat langsung deh buka ruangan pm (project manager). Kerjaanku kebetulan bantuin pm ngurusin segala tetek bengek beliau alias asisten atau sekretaris. Kerjaanku sama aja seperti sekretaris pada umumnya mulai dari menyiapkan surat menyurat, filling, terima telepon, ngatur cuti, tiket juga bikin attendance ratio untuk semua dept. head, ngurusin jadwal meeting, menyiapkan bahan presentasi, appointment dan laporan produksi harian. Naa, kalau untuk bikin presentasi aku mesti keep smile sama rekan2 di engineering untuk bahan presentasi dan dept produksi untuk data2 produksi.

Eh iya, kerja jadi sekretaris di site tambang nggak mudah lho. Mesti tau cara perhitungan produksi, alat. Syukurnya ke lima bosku dulu orangnya baik2 dan bertindak seperti halnya seorang guru dan pembimbing. Menghitung produksi, breakdown alat dsb benar2 bukan hal yang mudah. Apalagi kalau misalnya target produksi kita tidak tercapai wah OM di head office pasti pada bernyanyi sumbang semua. Kenapa overburden gak tercapai, kenapa coal nya cuma sedikit, kenapa harus ada unit yang breakdownnya unschedule, bla..bla..bla.. Belum lagi kalau ada incident target bintang empat safety bisa nggak tercapai. Kalau OM di head office dah bernyanyi riang bosku langsung ngumpulin semua kabag buat meeting dan hasil meeting akan langsung di laporkan ke OM yang menjadi penanggung jawab site kami. Kalau meetingnya kelamaan terus si OM nelepon pasti langsung bilang gini, kok meeting terus kapan kerjanya? he.he.he..

huaaammm.. ngomongin kerjaan mungkin nggak akan selesai. Ya iyalah, kerjaan sampai kapanpun nggak akan selesai kecuali kiamat kaleee. 

bye everyone. 






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham

Dunia Cinta Tempat Berbagi Cinta dan Cerita