Assalamu'alaikum

Dunia Cinta

January 5, 2008

Tahun Baru, Cerita baru, Semangat Baru

Filed under: Daily Diary

Jam setengah sepuluh kita sampai di samarinda. Rencana awalkan pengen lihat konser nasyid. Nyampe di acara kirain sudah berlangsung konsernya ternyata? belum sama sekali padahal diinformasi spanduknya akan dimulai jam sembilan. Ngaret!

Konsernya baru dimulai jam sepuluhan. Ada 3 group nasyid yang tampil. Pevo (Tenggarong), Insani (Samarinda) dan Neo Selatan (Balikpapan). Masing-masing dapat kesempatan buat nampilin 5 lagu. Menurutku nih konsernya formal banget bahkan cenderung nggak seperti konser deh. Lokasinya di aula Untag dan yang hadir pun alhamdulillah nggak begitu banyak, he..he.. Sepertinya sih kurang gaung karena di tenggarong sendiri nggak ada infonya kalau mau ada konser nasyid. Kita-kita juga taunya dari informasi rekan-rekan Pevo. Lah…

Pevo dapat giliran manggung pertama. Not bad lah, walaupun mikroponnya agak menggaung sehingga jantung ikutan dag dig dug. Dua lagu pertama sukses dinyanyikan. Setelah itu giliran insani yang tampil. Pas lagu kedua glek, listriknya padam dan otomatis lagu yang dinyanyikan tidak terdengar. Akhirnya mereka turun panggung sambil menunggu panitia menyalakan genset. Setelah genset ready konser lanjut dengan menampilkan neo selatan yang juga membawakan dua lagu. 

Setelah itu break dan ada dorprizenya lho. he.. Ohya, aku bertepuk tangan dalam hati (gimana caranya?) untuk duo mc nya yang kompak dan bagus bawain acaranya, cukup menghibur suasana yang terasa panas. Konser dilanjutkan lagi setelah bagi dorprize. Anak-anak Pevo manggung lagi dan bawa dua lagu lagi. Abis tu ku ajak Mia keluar dan kabur dari sana. Suasana mulai membuatku jenuh dan kepanasan. Syukur Mia setuju dan kita menuju trip yang kedua ke lembuswana mal. Katanya disana ada bookfair tapi pas nyampe sana nggak ada tuh bookfairnya. Hikss.. Sad. Akhirnya kita makan siang dan dilanjutkan ke galeri mainan, aku pengen beliin oleh-oleh untuk Caca.

Caca pengennya boneka garfield tapi sayangnya gak ada bonekanya. Akhirnya kubelikan barbie yang bersayap dan scrabble. Pas dikasir hujan turun deras banget pakai acara angin kencang lagi. Duh gimana nih, mana sudah jam setengah dua lagi. Aku dan Mia belum Dzuhur-an. Nekad, berdua kita ke kost adikku, basah kuyup deh. Setelah ganti baju (boleh minjam punya adik) kita sholat dulu sambil nunggu hujan reda. Aku mengontak anak-anak Pevo dan mereka setuju kita pulangan bareng. Syukurlah ada teman pulang, nggak kebayang kalau mesti pulang berdua ma mia terus kemalaman. Hiiiii…

Ternyata hujannya nggak reda-reda. Aku dan Mia nekad lagi, kita laluin saja hujan yang kebetulan sudah berkurang dari derasnya dan nemuin anak-anak Pevo yang masih menunggu di tempat konser tadi. Duh, jalanan banjir bo, aku sempat kebat-kebit takut motonya mia mogok. Alhamdulillah, kita lolos dari banjir dan bisa ketemu dengan anak-anak Pevo.

Tapi kita nggak langsung pulang lho, melainkan makan bakso dulu. Hujan masih setia membasahi bumi dengan rintiknya yang gede-gede. Setelah makan barulah kita langsung pulang. Dijalan Caca meneleponku.

"Bun, aku punya hadiah untuk Bunda," Caca berkata dengan suaranya yang riang.

"Iya, Bunda juga punya sesuatu untuk Caca," balasku.

"Tungguin Bunda di rumah ya," lanjutku lagi.

"Iya Bun." Kututup teleponnya setelah salamku dibalas Caca. Gak sabar rasanya pengen sampai di rumah.

Di perjalanan berkali-kali anak-anak Pevo melakukan hal-hal kecil yang menurutku kekanak-kanakan. Tapi aku menikmatinya karena mereka begitu terlihat riang dan bersemangat. Senyum lebar terus-menerus terpampang diwajah tulus mereka. Ah, aku seperti menonton pertunjukan yang dimainkan adik-adikku. Kira-kira empat puluh lima menit kemudian kita sampai juga di Tenggarong dan kita berpisah menuju rumah masing-masing. Alhamdulillah, ketemu sama Caca dan ayah lagi.  

Begitu sampai di rumah Caca langsung memberikan hadiahnya untukku. Sebuah amplop coklat yang berisi kartu undangan yang dia tulis sendiri dan uang dua puluh ribu. He..he.. Gantian aku memberikan hadiah untuknya. Caca langsung senang dan memuji-muji mainannya. Sedangkan ayah diam aja, mungkin agak marah karena aku pulangnya kesorean. Maaf ya Sweetheart.. Bukannya bermaksud untuk pulang sore tapi kondisinya nggak memungkinkan kita untuk pulang cepat.  

Malamnya aku tertidur cepat dengan kedua kakiku yang rasanya mau copot karena kecapean jalan turun gunung hikss..

Satu hari penuh cerita sudah berlalu, besok ada cerita apa lagi ya? 

Bye everyone. 

2 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://inita.blogsome.com/2008/01/05/tahun-baru-cerita-baru-semangat-baru/trackback/

  1. aslm,
    Ap kabar akh?
    Ini yudi dari tim nasyid neo selatan Bpp.
    Ane mau jaga ukhuwah sesama tim nasyid di KALTIM!!
    ada Fs Personel PIVO ga yang bisa di app?
    Sekalian E-mailnya!
    Or Add ane di fs : yd1f_2007@yahoo.co.id

    Comment by yudi — May 21, 2008 @ 11:45 pm

  2. ane sapta dr tim nsyid seo selatan,cerpennya seru n renyah. kpan2 bkin lg ya. salam ukhuwah unk tim nasyid tenggarong

    Comment by sapta — June 19, 2008 @ 4:26 pm

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham

Dunia Cinta Tempat Berbagi Cinta dan Cerita