Tentang Aku, Gadis Awan dan Empat Wajah Cerah
Aku dan gadis awan berlari, menerobos kumpulan titik hujan yang semakin berirama cepat, berlari mencari keteduhan, mencari perlindungan dan kehangatan.
Aku dan gadis awan sumringah, menunjuk sisi selatan yang terang benderang. Tapi kami salah, terang tak bisa memberi kami teduh, terangnya ternyata membawa rinai yang juga membekukan tulang-tulang kami. Ahhh..
Aku dan gadis awan kembali berlari. Biarlah…. Tak usah mencari teduh, tak usah menanti hangat, lebih baik merapatkan kain dan wol, semoga tercipta hangat.
Aku dan gadis awan terus berlari, ahhh.. kini kami tak lagi sendiri, empat wajah cerah menghampiri, membawa senyum bintangnya, cukup untuk menghangatkan juga menebarkan keteduhan.
Empat wajah indah mengiring langkah kami, kini beku telah mulai mencari dan hujan tak lagi berarti, yang tersisa adalah sebongkah hati yang terus bernyanyi.


