Assalamu'alaikum

Dunia Cinta

January 8, 2008

Kerudung atau nggak??

Filed under: Daily Diary

Kemarin malam, adikku sms ke aku dan bilang padaku ada temannya cewek yang pengen pake jilbab. Adikku nanya apa yang perlu disiapkan untuk pertama kalinya. Dengan santai ku balas smsnya begini, yang pertama ya tentu harus ada jilbabnya, terus pake bajunya gak boleh ketat dan lengan panjang dan jilbab menutup dada, gak boleh pake celana ketat karena percuma saja kepala di tutup tapi bokong (maaf) terlihat. Gak boleh berduaan dengan seseorang yang bukan muhrimnya. he..he..

Adikku balas sms lagi, Haa? segitunyakah? gak bisa ditawar lagi?

Itu dah harga mati, gak bisa ditawar lagi makanya harus benar-benar ikhlas dan tulus, kalau cuma sekedar identitas sebagai muslimah lebih baik nggak usah daripada ntar nyesal dan bongkar pasang, balasku lagi.

Apa nggak kepanasan kalau pake jilbab kaya gitu? Tanyanya lagi.

He..he.. ternyata dia ngerti kalau jilbab yang aku rekomendasikan adalah jilbab atau kerudung ukuran minimal L seperti yang selalu kukenakan sehari-hari.

Insyaallah nggak. Lagian sekarangkan banyak jenis jilbab atau kerudung yang bahan atau kainnya kaos yang nggak bikin panas tapi memang sih kalau nggak dicoba dulu nggak akan tau gimana enaknya pake jilbab. Sekali lagi yang penting adalah ikhlas, aku membalas sms adikku sekali lagi.

Setelah itu tidak ada balasan lagi dari adikku.

Jadi ingat dulu waktu pertama kali aku memutuskan pakai jilbab. Gara-gara teman kerjaku dari aceh yang ngomporin aku dan Mbak Endang (kasir di kantorku dulu) untuk pakai jilbab. Waktu itu dia pernah nanya kenapa aku dan mbak endang gak kerudungan. Kami berdua kompak bilang kalau kami belum siap dan belum dapat hidayah hikss.. Beneran nih saat itu belum terpikir olehku untuk kerudungan. Terus temanku tadi dengan santainya nanya kapan siapnya? kalau besok dah gak dikasih umur lagi apa mau meninggal dalam keadaan "telanjang" tanpa jilbab? Perempuan wajib lho menutup aurat, katanya sambil tersenyum.

Aku tidak bisa berkata-kata lagi. Ya Allah, saat itu aku merasa benar-benar seperti merasakan pukulan dari segala penjuru. Tiba-tiba ada ketakutan yang muncul dikepalaku. Ketakutan akan hari kematian yang aku tidak tau kapan datangnya. Bagaimana kalau umurku ternyata tidak sampai besok hari? Apa yang harus kulakukan?

Kakiku terasa tak kuat menopang tubuhku. Kutinggalkan temanku tadi yang melihatku dengan tatapan heran. Kukira raut wajahku berubah waktu mendengar ucapannya tadi. Sampai jam kerja selesai kalimat dari temanku tadi masih terngiang-ngiang ditelingaku bahkan di rumah pun kalimatnya tadi tidak bisa kulupakan.

Besoknya Mbak Endang telpon aku dan nanyain apa aku pakai jilbab atau nggak. Dengan mantap aku jawab iya. Ternyata Mbak Endang juga memutuskan untuk mengenakan jilbab.

Sampai di kantor bossku terkejut melihatku mengenakan kerudung yang menurutku agak kacau he.he.. karena baru pertama pakai. Tapi dengan kenekatanku yang berada di level 360 derajat segala ucapan dan komen kuabaikan. Begitu juga besok, besok dan besoknya lagi. Setelah tiga hari sudah tidak ada lagi komentar-komentar. Haaa… aku sudah mulai terbiasa.

Setelah bisa mengendalikan situasi cieeee… maksudku setelah aku terampil menjepit jilbabku mulai deh aku mencoba cara-cara baru dalam penampilan jilbabku. Aku bahkan sempat memakai jilbab seperti yang dilakukan oleh inneke koesherawati bahkan sebelum inne berjilbab kaya gitu aku sudah mengikat kerudungku dengan model seperti itu. emoticon sampai-sampai adikku bilang kalau aku seperti orang mau bunuh diri karena mengingkat kerudung di leher. Beberapa bulan kemudian aku mulai mengganti lagi model kerudungku alasannya adalah karena agak ribet dan makan waktu lama di kamar mandi. Kali ini aku pilih yang simple saja. Aku pake kerudung ukuran s jadi nggak perlu diikat dan gak kebesaran. Pelan-pelan aku mengganti lagi ukuran kerudung jadi M bahkan sampai aku resign aku sudah mengganti ukuran kerudungku jadi L sampai saat ini.

Ahhh, semuanya berawal dari ucapan temanku yang secara tidak sengaja telah membuatku terpental dan merasa ketakutan luar biasa sehingga aku mengambil keputusan besar. Alhamdulillah sampai sekarang tidak ada sedikitpun penyesalan akibat dari keputusanku ini. Aku bersujud padamu Allah karena telah memberikan hidayahmu padaku.

Bye everyone. 

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://inita.blogsome.com/2008/01/08/kerudunga-atau-nggak/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham

Dunia Cinta Tempat Berbagi Cinta dan Cerita