Ulang Tahun, saya takut…
6 Maret 2008, empat hari yang lalu ulang tahun saya yang ke.. ada deh. Sama seperti tahun-tahun yang lalu orang-orang tercinta saya bergantian mengucapkan selamat ulang tahun. Sejak jam dua belas malam ayah, caca mengucapkan selamat dengan ciuman cintanya. Adik-adik saya mengirimkan sms mengucapkan dan mendoakan semoga saya diberi umur panjang dan bisa menjadi isteri dan ibu yang sholehah, amin..
Terharu sekali ketika siangnya mama dan abah juga ikut mendoakan anaknya yang sedang berulang tahun ini. Andaikan bisa berkumpul dengan keluarga besar saat-saat istimewa seperti ini tentulah rasanya bahagia sekali.
Ulang tahun, moment yang membuat saya bersyukur juga sedih. Bahagia karena merasa semakin matang (InsyaAllah) dan tua. Sedih karena jatah usia yang diberikan Allah semakin berkurang.
Kemudian saya berpikir lagi kenapa saya harus sedih toh jatah usia masing-masing makhluk yang bernafas sudah diatur. Tinggal menunggu giliran. Bisa dikatakan saat ini kita sedang antri menuju kesana.
Antri.. ya, sama seperti ketika kita sedang berada di bank, ketika kita sedang menunggu giliran menuju kasir atau cs. Sama seperti kita sedang berada di rumah sakit dan menunggu giliran untuk menemui dokter atau sama seperti ketika kita berada di swalayan dan menunggu giliran kita untuk membayar belanjaan atau saat kita sedang antri di kfc menunggu kentang dan ayam goreng.
Bukankah kita sangat menikmati saat antri seperti ini? Saya sendiri enjoy dan ikhlas berada di dalam jalur antrian yang terkadang membuat kedua kaki ini pegal tanpa rasa takut sedikitpun.
Pertanyaannya adalah bisakah saya menikmati antri untuk menemui batas akhir usia saya dengan ikhlas tanpa rasa takut? Wallahu’alam..
Jujur saya sangat takut menanti akhir usia saya dan belum siap. Takut dan belum siap karena saya merasa bekal saya masih sangat kurang. Saya belum siap karena masih banyak amanah yang belum selesai saya kerjakan. Masih banyak hal yang perlu saya lakukan untuk dijadikan bekal saya nanti disana.
Tapi siapa yang tahu rahasia Allah?
Saya takut ya Allah, saya sangat takut…
Ya Allah, ampunilah dosa dan khilafku, juga kedua orang tuaku, suamiku dan anak-anakku. Berilah kesempatan pada hambamu ini agar bisa lebih banyak beramal soleh dan menjalankan perintahmu. Dekatkanlah aku padaMu, bimbinglah aku agar selalu berjalan lurus.
Ya Allah, pada siapa lagi aku meminta, pada siapa lagi aku memohon kecuali hanya padaMu, Pemberi Usia dan Penguasa Raga.
Ya Allah, aku hanya seorang yang kerdil, begitu kecil di hadapanMu, berikan jalan terbaik untukku, bagi kedua orang tuaku juga keluargaku.
Ya Allah, Syukurku selalu terucap, Alhamdulillah atas nikmat usia dan nikmat lainnya yang sudah begitu banyak Kau beri.
Amin…


