Assalamu'alaikum

Dunia Cinta

June 17, 2008

Tolong.. ada api..

Filed under: Daily Diary

Semalam benar2 menjadi malam yang tak terlupakan. Ketika kami sedang asyik bergurau,  bercerita dan bercanda ditemani gelapnya keadaan di dalam rumah kami karena sedang dalam dapat giliran mati lampu dari pln. Seketika panik, takut, sedih bercampur jadi satu ketika tetangga sebelah rumah kami berteriak, tolong… ada api.. kebakaran…. yang sontak membuat saya, ayah dan Caca keluar rumah. Astagfirullah, rumah tetangga yang berjarak kira-kira 100 - 150 m kebakaran. Saya dan ayah serta merta jadi seperti orang linglung. Saya langsung memeluk Caca yang saat itu sangat takut ketika melihat api menyala begitu besar dan tinggi. Karena paniknya saya tidak tau harus menghubungi siapa. Ayah setengah berteriak bilang supaya menelpon adik saya andri. Saya mengambil hp dan mencari namanya yang tiba-tiba tidak terlihat oleh saya di phonebook. Saya benar-benar ketakutan. Akhirnya saya berhasil menemukan namanya dan memintanya datang ke tenggarong (posisi adik saya di samarinda). Saya tidak tau siapa lagi yang harus saya hubungi. Tiba-tiba saya teringat Maidi (rekan saya di flp) dan mencoba menghubunginya. Dia langsung datang dan melihat ke lokasi kebakaran. Om Agung, Om Rizal dan  beberapa teman ayah yang lain juga datang untuk membantu. Di luar orang-orang sudah berkeliaran dan menyelamatkan harta benda yang bisa di selamatkan. Saya dan ayah hanya mengambil dua tas yang berisi berkas penting, pakaian secukupnya dan meletakkan semuanya di ruang tamu agar gampang di angkat. Ayah juga serta merta menyiapkan cpu dan laptop milik orang yang kebetulan sedang di repair di rumah.

Ya Allah, lindungi kami.. hanya itu yang terus saya ucapkan dalam hati sambil terus membimbing Caca.  Beberapa teman mulai menelpon dan hanya bisa saya jawab dengan kalimat mohon doanya.  

Kepanikan, warga berlari sambil menangis dan berteriak, anak-anak yang histeris terdengar dimana-mana. Ruas jalan gang yang tadinya sepi berubah menjadi lautan manusia yang hilik mudik mengangkat barang juga menonton kebakaran ini.

Satu hal yang sempat membuat saya kesal karena orang-orang dari luar lokasi kebakaran juga memenuhi gang serta jalan umum dan lebih banyak yang menonton sehingga membuat jalan menjadi sempit dan semakin sulit dilewati oleh petugas pmk.

Dua jam kemudian api berhasil dipadamkan. Alhamdulillah ya Allah, kami masih diberi keselamatan, ucap saya dalam hati. Setelah merasa benar-benar aman, kami sekeluarga kembali ke rumah.

Cobaan ini menjadi pengalaman berharga buat saya, ayah dan mungkin terutama buat Caca. Dia sering terbangun dari tidurnya seperti sebuah trauma dan ketakutan yang belum berhenti. Saya dan ayah membesarkan hatinya dan mencoba melerai ketakutannya dengan mengatakan padanya bahwa insyaAllah semua sudah aman dan saya juga ingatkan Caca untuk tidak lupa berdoa. Caca mengangguk diam dan tak lama tidur dalam pelukan ayah.

Alhamduillah Ya Robbi atas keselamatan dan lindungan yang Kau berikan kepada kami.

bye everybody.

p.s.

photo kejadian kebakaran dapat dilihat di http://kutaikartanegara.com/

June 9, 2008

Alhamdulillah

Filed under: Daily Diary

Hari Senin yang lalu (2 Juni 08), Caca ikutan test masuk ke sdit Nurul Ilmi Tenggarong. Sempat dag dig dug juga karena tesnya baca tulis berhitung. Begitu selesai tes Caca langsung saya rong-rong dengan berbagai pertanyaan seperti bisa nggak nak atau tesnya sulit nggak? atau caca bisa jawab nggak semuanya? Dengan santainya caca menjawab, bisa dong bun, tesnya gampang kok. Saya malah khawatir dengan jawabannya yang seperti itu.

Sampai di rumah kembali saya mengulang pertanyaan yang sama, saya terlalu khawatiremoticon kalau caca ngga bisa handle tes pertamanya ini. Terus terang ini juga pengalaman pertama saya sebagai seorang bunda mendampingi anak ikutan tes. Kalau mendampingi caca ikutan lomba apa saja sudah biasa, nah ini tes masuk sekolah dasar. Duhh.. hati ini rasanya nggak karu-karuan padahal sih masih banyak sekolah yang lain tapi entahlah saya terlalu berharap supaya dia bisa masuk ke sdit ini.

Caca menjawab pertanyaan ulangan saya dengan lebih bersemangat dan malah bercerita panjang lebar.

"Tadi Bun, ustadzah Desy nanya siapa nama panjang caca terus nama bunda dan nama ayah juga ditanyakan." Dia memulai ceritanya.

"Jadi ya Caca jawab aja begini." Caca mulai menyebutkan namanya dan nama saya serta ayahnya dengan lengkap dan jelas. emoticon

"Terus tes membaca (mengeja), menulis dan berhitung. Caca bisa kok, apalagi hitungannya  cuma dua aja. Eh ada mewarnai juga," katanya lagi dengan masih bersemangat.

Ah saya mulai bernafas lega. Mudah-mudahan semuanya memang segampang yang Caca ceritain pada saya (mulai lagi deh khawatirnya).

Nah pagi ini pengumuman hasil tes. Kegugupan saya mulai lagi, rasanya saya nggak bisa melihat hasilnya. Jam delapan pagi setelah mengantar caca ke tknya saya dan ayahnya lagsung ke sdit. Begitu sampai disana yang ada hanya info kalau hasil tes baru di umumkan jam 10. Ah, sedikit kecewa karena saya harus menahan kegugupan lagi sampai dua jam kedepan.

Tepat jam sepuluh saya dan ayah kembali ke sdit. Disana sudah banyak orang yang sedang antri melihat papan pengumuman. Tubuh saya yang kecil tidak bisa menjangkau informasi hasil tes yang lumayan tinggi dan dikerubungi banyak orang tua yang juga melihat hasil tes. Tapi biar begitu saya tetap berada di belakan ayah dan meminta ayah yang melihat ke pengumumannya. 

Ayah tersenyum sambil bilang kalau caca lulus. Saya langsung pengen teriak rasanya. Haaa?? beneran yah, saya tanya si ayah. Iya, tuh namanya di nomor urut 9 kata ayah lagi. Alhamdulillah, saya bersyukur dalam hati. Setelah itu serta merta hilang gugup, hilang khawatir serta ketakutan lainnya yang mungkin saja tidak perlu emoticon 

Respon Caca gimana? haaahhhh… biasa-biasa aja tuh, dia hanya senyum saja menanggapi seperti sudah yakin kalau dia bakal lulus.

Sukses terus ya Nak.. SEMANGAT!

Bye everybody, 






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham

Dunia Cinta Tempat Berbagi Cinta dan Cerita