Assalamu'alaikum

Dunia Cinta

June 9, 2008

Alhamdulillah

Filed under: Daily Diary

Hari Senin yang lalu (2 Juni 08), Caca ikutan test masuk ke sdit Nurul Ilmi Tenggarong. Sempat dag dig dug juga karena tesnya baca tulis berhitung. Begitu selesai tes Caca langsung saya rong-rong dengan berbagai pertanyaan seperti bisa nggak nak atau tesnya sulit nggak? atau caca bisa jawab nggak semuanya? Dengan santainya caca menjawab, bisa dong bun, tesnya gampang kok. Saya malah khawatir dengan jawabannya yang seperti itu.

Sampai di rumah kembali saya mengulang pertanyaan yang sama, saya terlalu khawatiremoticon kalau caca ngga bisa handle tes pertamanya ini. Terus terang ini juga pengalaman pertama saya sebagai seorang bunda mendampingi anak ikutan tes. Kalau mendampingi caca ikutan lomba apa saja sudah biasa, nah ini tes masuk sekolah dasar. Duhh.. hati ini rasanya nggak karu-karuan padahal sih masih banyak sekolah yang lain tapi entahlah saya terlalu berharap supaya dia bisa masuk ke sdit ini.

Caca menjawab pertanyaan ulangan saya dengan lebih bersemangat dan malah bercerita panjang lebar.

"Tadi Bun, ustadzah Desy nanya siapa nama panjang caca terus nama bunda dan nama ayah juga ditanyakan." Dia memulai ceritanya.

"Jadi ya Caca jawab aja begini." Caca mulai menyebutkan namanya dan nama saya serta ayahnya dengan lengkap dan jelas. emoticon

"Terus tes membaca (mengeja), menulis dan berhitung. Caca bisa kok, apalagi hitungannya  cuma dua aja. Eh ada mewarnai juga," katanya lagi dengan masih bersemangat.

Ah saya mulai bernafas lega. Mudah-mudahan semuanya memang segampang yang Caca ceritain pada saya (mulai lagi deh khawatirnya).

Nah pagi ini pengumuman hasil tes. Kegugupan saya mulai lagi, rasanya saya nggak bisa melihat hasilnya. Jam delapan pagi setelah mengantar caca ke tknya saya dan ayahnya lagsung ke sdit. Begitu sampai disana yang ada hanya info kalau hasil tes baru di umumkan jam 10. Ah, sedikit kecewa karena saya harus menahan kegugupan lagi sampai dua jam kedepan.

Tepat jam sepuluh saya dan ayah kembali ke sdit. Disana sudah banyak orang yang sedang antri melihat papan pengumuman. Tubuh saya yang kecil tidak bisa menjangkau informasi hasil tes yang lumayan tinggi dan dikerubungi banyak orang tua yang juga melihat hasil tes. Tapi biar begitu saya tetap berada di belakan ayah dan meminta ayah yang melihat ke pengumumannya. 

Ayah tersenyum sambil bilang kalau caca lulus. Saya langsung pengen teriak rasanya. Haaa?? beneran yah, saya tanya si ayah. Iya, tuh namanya di nomor urut 9 kata ayah lagi. Alhamdulillah, saya bersyukur dalam hati. Setelah itu serta merta hilang gugup, hilang khawatir serta ketakutan lainnya yang mungkin saja tidak perlu emoticon 

Respon Caca gimana? haaahhhh… biasa-biasa aja tuh, dia hanya senyum saja menanggapi seperti sudah yakin kalau dia bakal lulus.

Sukses terus ya Nak.. SEMANGAT!

Bye everybody, 






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham

Dunia Cinta Tempat Berbagi Cinta dan Cerita