Sepatu tertukar
Hari ini merupakan hari terkahir di minggu pertama Caca sekolah. Caca benar-benar full semangat selama seminggu ini. Mudah-mudahan saja begitu juga minggu-minggu ke depan. Dalam seminggu ini perlahan tapi pasti kebiasaan Caca yang susah banget bangun pagi mulai berubah. Waktu masih tk susaaahh banget ngebangunin dia kalau pagi dan biasanya akan memakan waktu setengah jam untuk membuatnya membuka matanya. Alhamdulillah sekarang paling lama sepuluh menit aja dibangunkan dia sudah membuka matanya
.
Hari Senin kemarin (hari pertama sekolah), Caca sudah memiliki banyak cerita seru yang tidak habis diceritakan sepanjang perjalanan pulang menuju rumah. Mulai dari teman baru, perjalanan naik gunung, sampai ketika makan kue saat jam istirahat. Begitu seterusnya sampai hari Jumat kemarin.
Nah, Sabtu ini ada pengalaman yang lebih seru lagi tapi mungkin itu buat saya dan ayahnya sedangkan buat caca bisa jadi ini adalah pengalaman sedih di minggu pertamanya sekolah. Pulang sekolah tadi tiba-tiba caca menangis dan hampir tersedu. Saya heran dan bertanya ada apa. Caca hanya berbisik menjawab pertanyaan saya.
"Sepatu Caca tertukar," katanya sambil berurai air matanya.
Sebenarnya saya pengen ketawa, masa sepatu tertukar aja menangis
tapi saya nggak jadi mengeluarkan tawa saya karena melihat wajahnya yang benar-benar sedih banget.
"Mungkin tadi teman Caca salah ambil. Hari Senin kita tukar ya?" kata saya.
"Nggak mau, Caca mau pakai sepatu lain aja."
"Iya, pakai sepatu lainnya hari Selasa saja, hari Senin tetap pakai sepatu ini terus nanti ditukar sama punya Caca," kata saya menjelaskan lagi.
"Ntar kalau nggak ditukar sepatu Caca nggak balik lagi lho," lanjut saya lagi.
"Sepatunya nanti ayah tandain ya," kata ayah.
Caca diam dengan air mata masih tersisa dibawah garis bawah matanya.
Sampai di rumah caca masih cemberut dan melepas sepatunya dengan sedikit kesal (mungkin) karena dia membuka sepatunya dengan menghentak kaki hingga sepatunya lepas dan meninggalkan sepatunya begitu saja.
"Sabar dong Ca."
"Hari Senin dipakai lagi ya, ntar bunda sendiri yang tukarin sepatunya," lanjut saya lagi.
Caca masih no comment.
Hhhhhh.. Caca.. Caca..
Bye Everybody



nice story neh…
Comment by zonamerah — July 19, 2008 @ 1:50 pm