Assalamu'alaikum

Dunia Cinta

November 23, 2008

Bermain sambil gelap-gelapan

Filed under: Daily Diary

Semalam mati lampu, kembali lagi ke kondisi seperti biasanya. Panas, gelap dan banyak nyamuk hikss.. Mau jalan-jalan malas, mau makan nasi juga malas he.he.. walaupun sebenarnya di rumah gak gelap-gelap amat karena ayah nyiapin lampu dari kertas dan pakai minyak goreng. Kebetulan kehabisan stok lilin dan gak punya emergency lamp. Syukur ayah pinter he..he.. (jangan ge-er ya Yah) bisa membuat lampu ajaib sehingga rumah kita jadi terlihat bercahaya, sedikit..

Yang tidak terpengaruh dengan kegelapan cuma Caca. Seperti biasa dia tetap full semangat dan energi. wuiihh.. dia tidak pernah merasa letih sedikitpun padahal sepanjang hari dia tidak belum istirahat. Bayangin aja, bangun jam enam pagi trus berangkat sekolah sampai jam setengah dua baru pulang ke rumah lagi setelah itu bukannya istirahat dia langsung sibuk mengerjakan hal-hal yang kadang membuat saya dan ayahnya terheran-heran. Dia mulai mengumpulkan bermacam-macam benda mulai dari boneka, pensil, sarung, buku, kursi, jilbab sampai uang recehan. Kalau sudah begini jangan harap rumah kami rapi dan utuh. Saya dan ayahnya hanya memperhatikan apa yang dia kerjakan sambil geleng kepala tentunya. Kalau hari Sabtu jangan suruh Caca tidur siang karena dia pasti gak mau, alasannya besokkan hari minggu gak sekolah. Akhirnya saya berpikir, ah.. biarkan saja dia dengan kesibukannya yang penting dia tidak melakukan hal yang membahayakan.

Sampai malam dan saat mati lampu pun dia masih aktif dan melakukan banyak hal. Akhirnya mungkin dia bosan main sendiri dan mengajak saya dan ayahnya bermain sambil gelap-gelapan. Saya menyebut permainan ini dengan permainan menguji konsentrasi. Cara bermainnya adalah dengan berhitung seperti waktu pramuka dulu. Kami mulai berhitung dari 1 - 10 dalam bahasa indonesia dan inggris. Hanya angka 1 - 10 dengan durasi makin lama makin cepat. Saya dan ayah serius tapi Caca selalu tertawa dan menyebutkan angkanya sambil menunjuk ke arah saya atau ayahnya. Hasilnya? selalu dia yang kalah dan salah menyebut angka. Setelah itu dia mulai bosan lagi dan mengajak ayahnya melakukan gerakan-gerakan senam mulai dari push up sampai gerakan-gerakan aneh dan menurut saya lucu. Selama bermain senam ini dia tidak berhenti tertawa. Nih anak gak ada capek-capeknya, pikir saya.

Bosan bermain di ruang tengah kami pun pindah ke kamar. Caca minta ayahnya memainkan tokoh bujang. Bujang adalah nama boneka kucingnya yang kecil dan berwarna abu-abu. Mau nggak mau ayah  pun memerankan tokoh bujang dan bersuara seperti seekor kucing yang sedang berbicara. Ayah bercerita tentang seorang anak yang gak bisa diam dan tidak disiplin dan membuat Caca sedikit ngambek karena mungkin dia tau kalau ayah menceritakan dia he.he..

Akhirnya Caca mintaa makan, kirain dia nggak lapar he.he.. setelah menghabiskan makanannya dia kembali ke kamar dan meminta ayah bercerita lagi. Wah, Caca mulai cape nih, kata saya dalam hati. Benar saja tak sampai satu jam dia sudah terlelap sambil dikipasin ayah.

Aahhh, akhirnya Caca istirahat juga. Karena capek saya juga ikutan tidur dan nggak sadar jam berapa lampunya menyala he..he..  Tau-taunya terbangun jam 3 karena kebelet, ehh.. lampu dan kipas angin sudah menyala. Alhamdulillah..

Bye everybody, 

November 10, 2008

I’m Back

Filed under: Daily Diary

Lama gak nulis, jari rasanya kaku dan kaki kesemutan.. he.he.. InsyaAllah besok akan ada catatan-catatan baru di lembar putih ini. Mohon doanya ya biar punya semangat lagi buat nulis.

Bye everybody, 






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham

Dunia Cinta Tempat Berbagi Cinta dan Cerita